Aku siap menjadi busur yang meluncurkan kalian ke segenap penjuru. Pundak dan kepalaku ada untuk kalian yang ingin melompat setinggi-tingginya. Tidak ada keajaiban dalam tugas guru, tidak dituntut berjalan di atas air ataupun membelah lautan. Guru hanya diminta mencintai anak-anak negeri. Mari terus berkarya dan cerdaskan anak bangsa.
Kamis, 30 Agustus 2012
Rabu, 29 Agustus 2012
Kembali ke sekolah ... yuk ....
Semangat baru memasuki semester Gasal Tahun Pelajaran 2012/2013.

Waktunya kita siapkan kesuksesan belajar.
Sebuah Prestasi bukan tercipta oleh faktor kebetulan atau keberuntungan semata tetapi diraih dengan jerih payah dan pengorbanan besar yang sepadan ...
Persiapan mengajar guru Semester Gasal Tahun Pelajaran 2012/2013:
1. RPP klik di sini:
http://www.ziddu.com/download/20225454/RPPVIIIGanjilFISIKAEEK-karakter.doc.html
2. Silabus klik di sini:
http://www.ziddu.com/download/20225472/NEWSILABUSIPASMT1.doc.html
3. Prota, KKM, Kalender Pendidikan klik di sini:
http://www.ziddu.com/download/20225487/KKMIPASMT1.doc.html
http://www.ziddu.com/download/20225501/ProgramIPASemester.doc.html
http://www.ziddu.com/download/20225512/KalenderPendidikanDraft.docx.html
4. Bahan Ajar klik di sini:
a. Gaya
http://www.ziddu.com/download/20226374/GAYA.dox.ppt.html
d. Pesawat Sederhana
http://www.ziddu.com/download/20226058/PESAWATSEDERHANA.dox.ppt.html
g. Bunyi
http://www.ziddu.com/download/20226342/BUNYI.dox.ppt.html

Waktunya kita siapkan kesuksesan belajar.
Sebuah Prestasi bukan tercipta oleh faktor kebetulan atau keberuntungan semata tetapi diraih dengan jerih payah dan pengorbanan besar yang sepadan ...
Persiapan mengajar guru Semester Gasal Tahun Pelajaran 2012/2013:
1. RPP klik di sini:
http://www.ziddu.com/download/20225454/RPPVIIIGanjilFISIKAEEK-karakter.doc.html
2. Silabus klik di sini:
http://www.ziddu.com/download/20225472/NEWSILABUSIPASMT1.doc.html
3. Prota, KKM, Kalender Pendidikan klik di sini:
http://www.ziddu.com/download/20225487/KKMIPASMT1.doc.html
http://www.ziddu.com/download/20225501/ProgramIPASemester.doc.html
http://www.ziddu.com/download/20225512/KalenderPendidikanDraft.docx.html
4. Bahan Ajar klik di sini:
a. Gaya
http://www.ziddu.com/download/20226374/GAYA.dox.ppt.html
b. Hukum Newton
http://www.ziddu.com/download/20225732/HKNEWTON.dox.ppt.html
c. Energi
| http://www.ziddu.com/download/20226001/USAHADANENERGI.dox.ppt.html |
http://www.ziddu.com/download/20226058/PESAWATSEDERHANA.dox.ppt.html
e. Tekanan
http://www.ziddu.com/download/20226128/TEKANAN.dox.ppt.html
f. Getaran dan gelombang
http://www.ziddu.com/download/20226182/GETARANDANGELOMBANG.dox.ppt.html g. Bunyi
http://www.ziddu.com/download/20226342/BUNYI.dox.ppt.html
Selasa, 28 Agustus 2012
Fisika itu indah ....
Bermain sambil belajar ...
Memanfaatkan mainan anak tradisional untuk mengungkap gejala alam.
Memainkan gasing, egrang dan kapal otok2 ... Lestarikan mainan tradisional Indonesia
Coba jelaskan fenomena berikut ini!
Memanfaatkan mainan anak tradisional untuk mengungkap gejala alam.
Memainkan gasing, egrang dan kapal otok2 ... Lestarikan mainan tradisional Indonesia
Coba jelaskan fenomena berikut ini!
- Bagaimana kapal tersebut bisa bergerak menggelilingi ember yang berisi air, darimana asal bunyinya, mengapa kapal bisa tidak tenggelam dalam air?
- Mengapa tidak jatuh ketika berjalan di atas egrang, apa yang terjadi bila posisi pijakan egrang tepat di tengah-tengah, mengapa demikian?
- Apa yang menyebabkan gasing bergerak, darimana asal bunyi gasing, apa yang terjadi bisa gasing dimainkan di atas hamparan pasir?
![]() |
| kapal otok-otok |
![]() |
| gasing |
![]() |
| kapal otok-otok |
![]() |
| egrang |
Minggu, 05 Agustus 2012
Selasa, 26 Juni 2012
Bahan Kimia dalam Makanan ... dalam pembelajaran IPA Terpadu
Beberapa Contoh Zat Aditif
Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan, berikut adalah beberapa contoh zat aditif :
| Zat aditif | Contoh | Keterangan |
| Pewarna | Daun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange) | Pewarna alami |
| Sunsetyellow FCF (orange), Carmoisine (Merah), Brilliant Blue FCF (biru), Tartrazine (kuning), dll | Pewarna sintesis | |
| Pengawet | Natrium benzoat, Natrium Nitrat, Asam Sitrat, Asam Sorbat, Formalin | Terlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit |
| Penyedap | Pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar | Penyedap alami |
| Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa), asam cuka, benzaldehida, amil asetat, dll | Penyedap sintesis | |
| Antioksidan | Butil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferol | Mencegah Ketengikan |
| Pemutih | Hidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit | - |
| Pemanis bukan gula | Sakarin, Dulsin, Siklamat | Baik dikonsumsi penderita diabetes, Khusus siklamat bersifat karsinogen |
| Pengatur keasaman | Aluminium amonium/kalium/natrium sulfat, asam laktat | Menjadi lebih asam, lebih basa, atau menetralkan makanan |
| Anti Gumpal | Aluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksida | Ditambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk |
Zat aditif adalah bahan kimia yang
dicampurkan ke dalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas
makanan, menambahkan kelezatan, membuat makanan tampak lebih menarik,
dan mengawetkan makanan.
Di zaman modern seperti sekarang ini, bahan tambahan makanan digunakan
dalam skala yang makin luas. Luasnya penggunaan bahan tambahan makanan
dapat dilihat dari pengelompokannya seperti diatur dalam peraturan
Menkes nomor 235 (1979). Dalam peraturan Menkes tersebut, disebutkan
bahwa berdasarkan fungsinya, bahan tambahan
makanan (zat aditif) dikelompokkan menjadi 14, di antaranya, yaitu:
antioksidan dan antioksidan sinergis, pengasam, penetral, pemanis
buatan, pemutih dan pematang, penambah gizi, pengawet, pengemulsi
(pencampur), pemantap dan pengental, pengeras, pewarna alami dan
sintetis, penyedap rasa dan aroma, dan lainnya.
Komposisi adalah semua bahan baku pembuat makanan kemasan, termasuk
zat aditif yang digunakan dalam pembuatan atau persiapan pangan dalam
kemasan. Bahan aditif yang mesti dicantumkan dalam kandungan isi
meliputi bahan buatan atau alami yang ditambahkan untuk memperbaiki
penampilan, bau, rasa, konsistensi atau lama penyimpanannya.
Biasanya, bahan aditif diberi kode huruf E (Eropa) dan diikuti dengan
tiga angka. Misalnya, E 100 sebagai kode pewarna, E 200 kode
konsevator, E 300 kode antioksida, dan E 400 kode pengemulsi atau
stabilisator. Contoh bahan aditif itu adalah E 200 asam sorbat, E 201 Na
sorbat, E 300 asam askorbat, E 311 oktil gallat, E 320 butil
hidroksilanisol (BHA), dan E 321 butilhidroksil toluena (BHT).
Zat aditif makanan dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu:
1. Zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat;
2. Zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat
serupa dengan bahan alami yang sejenis, baik susunan kimia maupun
sifat/fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.
Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat
dikelompokkan sebagai zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.
A. Bahan Pewarna
Bahan pewarna merupakan bahan alami ataupun bahan kimia yang
ditambahkan ke dalam makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan
bertujuan untuk memberi penampilan tertentu atau warna yang menarik.
Warna yang menarik dapat menjadikan makanan lebih mengundang selera.
Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalamair. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan
basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak
larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai
produk-produk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung
lemak dan minyak.
1. Pewarna Alami
Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang bahan-bahannya banyak
diambil dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pewarna alami yang banyak digunakan
antara lain sebagai berikut.
- Daun suji mengandung zat warna klorofil untuk memberi warna hijau menawan, misalnya pada dadar gulung, kue bika, atau kue pisang.
- Buah kakao merupakan penghasil cokelat dan memberikan warna cokelat pada makanan, misalnya es krim, susu cokelat, atau kue kering.
- Kunyit (Curcuma domestica) mengandung zat warna kurkumin untuk memberi warna kuning pada makanan, misalnya tahu, bumbu Bali, atau nasi kuning. Selain itu, kunyit dapat mengawetkan makanan.
- Cabai merah, selain memberi rasa pedas, juga menghasilkan zat warna kapxantin yang menjadikan warna merah pada makanan, misalnya rendang daging atau sambal goreng.
- Wortel, beta-karoten (provitamin-A) pada wortel menghasilkan warna kuning.
- Karamel, warna cokelat karamel pada kembang gula karena proses karamelisasi, yaitu pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar 170°C.
- Gula merah, selain sebagai pemanis juga memberikan warna cokelat pada makanan, misalnya pada bubur dan dodol.
Selain contoh di atas, beberapa buah-buahan juga dapat menjadi bahan
pewarna alami, misalnya anggur menghasilkan warna ungu, stroberi warna
merah, dan tomat warna oranye.
2. Pewarna Buatan
Makanan ada yang menggunakan pewarna alami ada pula yang menggunakan
pewarna buatan. Bahan pewarna buatan ada dua jenis. Jenis pertama adalah
pewarna buatan yang disintesa dengan struktur kimia persis seperti
bahan alami, misalnya beta-karoten (warna oranye sampai kuning),
santoxantin (warna merah), dan apokaroten (warna oranye). Jenis kedua
adalah bahan pewarna yang disintesa khusus untuk menggantikan pewarna
alami. Tabel berikut menunjukkan contoh bahan pewarna buatan pada
makanan.
| Bahan pewarna buatan | Contoh produk makanan |
| Indigokarmin menghasilkan warna biru | gula dan minuman ringan. |
| Eritrosin menghasilkan warna merah | es krim dan jeli |
| Tartrasin menghasilkan warna kuning | es krim, yoghurt, dan jeli |
Meskipun bahan pewarna tersebut diizinkan, kamu harus selalu
berhati-hati dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pewarna buatan
karena penggunaan yang berlebihan tidak baik bagi kesehatanmu.
Penggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak. Penggunaan erythrosine yang
berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif
pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan
perilaku.
3. Perbedaan antara Pewarna Alami dan Pewarna Buatan
Bahan pewarna alami maupun buatan digunakan untuk memberi warna yang
lebih menarik pada makanan. Biasanya orang menggunakan bahan pewarna
alami karena lebih aman dikonsumsi daripada bahan pewarna buatan. Bahan
alami tidak memiliki efek samping atau akibat negatif dalam jangka
panjang. Adapun pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa
kelebihan dibandingkan dengan zat pewarna alami. Tabel berikut ini
menunjukkan perbedaan kedua jenis pewarna tersebut.
Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu menjadi sangat penting ....
Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA
sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur,
berlaku umum (universal), dan berupa kumpulan data hasil observasi dan
eksperimen”.
Merujuk pada pengertian IPA itu, maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu:
- sikap: rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar; IPA bersifat open ended;
- proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan;
- produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum;
- aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Kekuatan/manfaat yang dapat dipetik melalui pelaksanaan pembelajaran terpadu antara lain sebagai berikut:
(a) Dengan menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi
penghematan waktu, karena ketiga bidang kajian tersebut (Energi dan
perubahannya, Materi dan sifatnya, dan Makhluk hidup dan proses
kehidupan) dapat dibelajarkan sekaligus. Tumpang tindih materi juga
dapat dikurangi bahkan dihilangkan.(b) Peserta didik dapat melihat hubungan yang bermakna antar konsep Energi dan perubahannya, Materi dan sifatnya, dan Makhluk hidup dan proses kehidupan.
(c) Meningkatkan taraf kecakapan berpikir peserta didik, karena peserta didik dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran.
(d) Pembelajaran terpadu menyajikan penerapan/aplikasi tentang dunia nyata yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan pemahaman konsep dan kepemilikan kompetensi IPA.
(e) Motivasi belajar peserta didik dapat diperbaiki dan ditingkatkan.
(f) Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal peserta didik dengan pengalaman belajar yang terkait, sehingga pemahaman menjadi lebih terorganisasi dan mendalam, dan memudahkan memahami hubungan materi IPA dari satu konteks ke konteks lainnya.
(g) Akan terjadi peningkatan kerja sama antarguru bidang kajian terkait, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, peserta didik/guru dengan narasumber; sehingga belajar lebih menyenangkan, belajar dalam situasi nyata, dan dalam konteks yang lebih bermakna.
Pembelajaran terpadu diawali dengan
penentuan TEMA, karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam
beberapa aspek yaitu:
(a) peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab, berdisiplin, dan mandiri;
(b) peserta didik menjadi lebih percaya
diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa
yang telah dipelajarinya;
(c) peserta didik lebih memahami dan
lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’, ‘berbicara’, ‘membaca’,
‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan menyelidiki masalah yang sedang
dipelajarinya;
(d) memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik;
(e) belajar akan lebih baik bila
peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek, kolaborasi,
dan berinteraksi dengan teman, guru, dan dunia nyata.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, pembelajaran IPA Terpadu terbentur pada masalah-masalah berikut ini.
(1) Jadwal pelajaran yang sudah diatur sedemikian rupa dan tak dapat diubah begitu saja.
(2) Masalah guru mata pelajaran IPA yang terpisah.
(3) Program semester yang telah memuat urutan materi yang akan diajarkan.
(4) Penguasaan bahan ajar.
(5) Keterpaduan kompetensi yang terjadi lintas kelas.
Terus Berkarya ... yuk pak & bu guru ....
Marva Collins ~
Don’t try to fix the students, fix ourselves first. The good teacher makes the poor student good and the good student superior. When our students fail, we, as teachers, too, have failed.
Jangan mencoba untuk memperbaiki murid atau siswa kita, perbaiki diri kita sendiri terlebih dahulu. Guru yang baik membuat murid yang jahat menjadi baik dan menjadikan murid yang baik menjadi unggul. Ketika
murid-murid kita gagal, berarti kita juga telah gagal menjadi seorang guru.

Teaching is the profession that teaches all the other professions.
Mengajar adalah profesi yang mengajarkan semua profesi yang lainnya.
Don’t try to fix the students, fix ourselves first. The good teacher makes the poor student good and the good student superior. When our students fail, we, as teachers, too, have failed.
Jangan mencoba untuk memperbaiki murid atau siswa kita, perbaiki diri kita sendiri terlebih dahulu. Guru yang baik membuat murid yang jahat menjadi baik dan menjadikan murid yang baik menjadi unggul. Ketika
murid-murid kita gagal, berarti kita juga telah gagal menjadi seorang guru.
Teaching is the profession that teaches all the other professions.
Mengajar adalah profesi yang mengajarkan semua profesi yang lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




